Majukan Ekonomi Bangsa Lewat Teknologi, SDM IPTEK Harus Kuasai Teknologi Kunci

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang begitu pesat, tentunya tidak akan memiliki dampak yang besar jika tidak didukung ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Kemampuan untuk meningkatkan kapasitas IPTEK yang didukung SDM inilah yang diyakini akan menjadi faktor penting dalam mendorong suatu negara menjadi negara yang mampu bersaing dengan negara lainnya. Banyak negara yang memiliki keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA), namun tetap bisa menjadi negara yang unggul karena didukung SDM IPTEK.

Sehingga ekonomi mereka pun tergolong maju, hal ini bisa dilihat dari tiga negara di kawasan Asia Timur yakni Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China. Di Indonesia, ketersediaan SDM IPTEK ini dianggap perlu, agar bisa membangun negara yang mandiri, unggul dan berdaya saing. Terlebih negara ini turut didukung pula oleh SDA yang melimpah.

Terkait ketersediaan dan potensi SDM IPTEK, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan bahwa SDM IPTEK di lingkungannya saat ini berjumlah lebih dari 3.000 orang dan siap untuk mendukung pembangunan nasional. "Mereka siap untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam skema kerja sama multiple helix untuk mendukung pembangunan nasional sesuai dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 2045 dan flagship Prioritas Riset Nasional (PRN)," kata Hammam, dalam virtual talk show bertajuk 'SDM IPTEK Indonesia Berkelas Dunia, Bagi Riset dan Inovasi', Rabu (25/8/2021). Ia menambahkan bahwa sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada bidang kaji terap teknologi, pihaknya telah mengembangkan Manajemen Talenta.

Ini dimaksudkan untuk menjaring SDM IPTEK unggul yang memiliki multi talenta, baik itu dari sisi kompetensi teknis maupun manajerial, dengan menganalisis dan mengidentifikasi track recordnya. "SDM terbaik yang terpilih ini, selanjutnya akan mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan karirnya," jelas Hammam. Langkah untuk membangun SDM IPTEK ini dianggap sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara maju di dunia pada 2045.

Hammam kemudian menekankan bahwa pihaknya pun tengah berupaya mendorong lahirnya SDM IPTEK yang unggul. "BPPT memasuki era baru pengembangan SDM IPTEK, turut beradaptasi, tidak hanya melakukan lompatan teknologi, namun juga mempersiapkan SDM nya yang kelak akan menerapkan teknologi tersebut di Indonesia," tegas Hammam. Langkah untuk membentuk SDM IPTEK ini, satu diantaranya melalui dikirimkannya talenta terbaik untuk mempelajari 'teknologi kunci' yang nantinya tidak hanya akan digunakan untuk memajukan bangsa secara teknologi saja, namun juga sektor ekonominya.

"Persiapan tersebut kami mulai dengan mengirimkan talenta terbaik untuk belajar teknologi kunci yang sudah terbukti dan well run baik dari segi bisnis maupun teknologi di negara tersebut," papar Hammam. Perlu diketahui, sejak tahun 1984, lembaga tersebut telah mengirimkan SDM nya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di berbagai perguruan tinggi dan industri terkemuka dunia melalui beberapa program beasiswa. Mulai dari OFP, STAID, STMDP hingga STAID yang dirintis 'Bapak Teknologi Indonesia' almarhum Prof Bacharuddin Jusuf Habibie.

Kemudian dilanjutkan melalui program beasiswa dari Kemenristek, LPDP serta berbagai negara seperti beasiswa Monbusho, JICA, Full Bright, KOIKA, STUNED, Otto Bappenas, AMINEF, AUSAID dan DAAD. Tentunya dengan berbagai bidang keahlian dan kualifikasi SDM yang berstandar internasional. Saat ini, SDM IPTEK lembaga tersebut telah menjadi koordinator maupun tim pelaksana dari beberapa agenda RIRN 2017 2045 dan PRN.

Sederet inovasi teknologi itu diantaranya pengembangan bahan bakar alternatif dari kelapa sawit, pengembangan ekosistem kendaraan listrik termasuk baterai lithium ion dan sistem fast charging. Kemudian kereta semi cepat, pesawat amphibi, pesawat terbang tanpa awak, bahan baku obat, pabrik garam industri, hingga pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya budaya wilayah. "SDM BPPT siap didayagunakan secara profesional di lingkungan pemerintahan, kementerian, BUMN maupun industri untuk mendukung pembangunan nasional," pungkas Hammam.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.