Profil Yuta Watanabe, Pebulutangkis Pemilik Rekor Langka, Andalan Jepang di Olimpiade Tokyo 2021

Pasangan ganda campuran Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino mengandaskan perlawan Praveen Jordan/Melati Daeva pada Senin (26/7/2021). Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Yuta Watanabe/Arisa Higashino menekuk Praveen/Melati dengan dua set langsung. Yuta/Arisa menang dengan skor 21 13 dan 21 10 dalam waktu 32 menit.

Dengan hasil itu, pasangan ganda campuran Jepang menyapu bersih seluruh laga yang berlangsung di Grup C. Sebelumnya, mereka juga menang atas wakil Denmark dan Australia. Pencapaian tersebut terhitung luar biasa bagi Yuta Watanabe secara khusus.

Sebab, Yuta tak hanya turun dalam nomor ganda campuran saja. Ia juga tercatat berlaga di nomor ganda putra, berpasangan dengan Hiroyuki Endo. Hebatnya lagi, pasangan Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo juga memenangkan dua laga yang sudah mereka lakoni di fase grup.

Hal itu seakan menjadi bukti kualitas ketahanan fisik, stamina dan skill yang dimiliki Yuta Watanabe. Lantas, siapakah sosok Yuta Watanabe ini? Yuta Watanabe adalah pebulutangkis Jepang dengan spesialisasi di sektor ganda.

Seperti sudah disebutkan di atas, ia tampil dalam dua sektor ganda sekaligus, yaitu ganda campuran dan ganda putra. Ia mampu tampil konsisten mesti bermain rangkap. Dikutip dari laman BWF, Yuta berada di peringkat lima besar dalam sektor ganda campuran dan putra.

Rinciannya, pasangan Yuta Watanabe/Arisa Higashino kini menempati peringkat kelima di nomor ganda campuran. Sedangkan di nomor ganda putra, Yuta Watanaeb/Hiroyuki Endo sukses berada di posisi keempat. Kualitas permainannya yang mumpuni nyatanya tak datang dengan cara instan.

Ia sudah menekuni dunia tepok bulu angsa sejak usia tujuh tahun. Atlet kelahiran 13 Juni 1997 mendapat dorongan dari orang tuanya untuk terjun di dunia bulutangkos. Ia tercatat pernah tergabung dalam tim Nihon Unisys untuk mengasah dan menambah ilmu bulutangkisnya.

Pria berusia 24 tahun ini rupanya pernah menjajal sektor lain saat terjun di dunia profesional. Ia juga pernah mencoba bermain di nomor tunggal putra. Rekor bertandingnya pun cukup apik, meski tak berlangsung lama.

Ia tercatat menang dalam 10 laga dan hanya menelan 3 kekalahan. Bersama Arisa Higashino, Yuta sudah bermain dalam 209 laga. Yuta/Arisa memperoleh 143 kemenangan dan hanya kalah dalam 66 kesempatan.

Rekor menterengnya tak berhenti di situ saja. Ia menduplikasi rekor apik tersebut di sektor ganda putra. Bersama Hiroyuki Endo, ia tampil dalam 213 laga dan memenangkan 145 laga di antaranya.

Skillnya yang mumpuni berbanding lurus dengan prestasi di atas lapangan. Yuta mengoleksi 3 medali perunggu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior dan 4 perunggu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior. Selain itu, ia juga terpilih sebagai salah satu wakil untuk Jepang di Piala Sudirman 2017 di Gold Coast, Australia dan meraih medali perunggu setelah berhasil mencapai babak semi final.

Namun, prestasinya yang paling mentereng dan ikonik adalah ketika memenangi ajang All England. Tak cuma sekali, ia memenanginya sebanyak dua kali. Yang membuat unik adalah, Yuta memenangkan gelar di turnamen bulutangkis tertua itu dalam dua nomor yang berbeda.

Yuta sukses memenangkan turnamen bulutangkis negeri Ratu Elizabeth itu pada tahun 2018 dengan Arisa Higashino. Artinya, ia mengamankan gelar di tahun 2018 itu di nomor ganda campuran. Dua tahun berselang, Yuta kembali merengkuh trofi All England, kali ini bersama Hiroyuki Endo.

Kini, ia mencoba mengulangi raihan langkanya di All England pada ajang Olimpiade Tokyo 2021. Sejauh ini, perjalanan Yuta di sektor ganda campuran dan putra masih terbilang mulus.

Previous Article

Leave a Reply

Your email address will not be published.