SOSOK Suhendra Hadikuntono Dinilai Cocok Gantikan Moeldoko di KSP, Pencetus Gerakan Jokowi 3 Periode

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengusulkan penggantian Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Pernyataan tersebut muncul beriringan dengan adanya isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) danlangkah Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deliserdang beberapa waktu lalu. Sekretaris Jenderal DPP KNPI Syam Tomagola menilai Moeldoko tidak tepat berada dalam kedudukan tersebut, lantaran Moeldoko terkesan bergerak demi kepentingan diri sendiri, bukannya menjadi garda utama yang bekerja memuluskan kinerja tim kepresidenan.

Diberitakan sebelumnya KNPI meminta Presiden Jokowi menunjuk sosok Suhendra Hadikuntono sebagai pengganti Moeldoko. Menurut KNPI, Suhendra dinilai tepat untuk duduk di jabatan tersebut. Syam menyayangkan jika tokoh sekaliber Suhendra tidak diberdayakan.

"Bapak Suhendra mempunyai kapasitas untuk itu, dan saya yakin Presiden akan sangat beruntung mempunyai pembantu yang mau berkorban apa saja seperti beliau," ujarnya. KSP, kata Syam, merupakan gagasanJokowi. Harapannya untuk mendukung implementasi visi dan misinya dalam menjalankan roda pemerintahan. Untuk itu, menurut Syam, KSP haruslah seorang tokoh yang betul betul memahamiJokowilahir batin dan yang rela tidak terkenal dan mau berkorban apa saja.

Terlebih, lanjutnya, situasi kebangsaan saat ini membutuhkan keadaan yang kondusif, untuk mendukung kerja kerja percepatan pembangunan pemerintahan Jokowi, baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusia. "Tokoh yang mempunyai kapasitas seperti itu ialah Suhendra," kata dia. Lantas siapakah sosok Suhendra Hadikuntono ?

Suhendra Hadikuntono merupakan seorang pengamat intelijen senior. Dirinya pun karib dengan sebutan tokoh perdamaian, lantaran menjadi tokoh perdamaian Thailand Selatan hingga tokoh perdamaian di Aceh. Bahkan dianggap tokoh kunci untuk meredam konflik dari Aceh dan Papua.

Diberitakan sebelumnya, rupanya Suhendra merupakan sosok pencetus gerakan Jokowi 3 periode. Suhendra menyebut ada gerakan bawah tanah atau klandestein untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, beriringan dengan realitas Covid 19, dan ancaman krisis ekonomi. Bahkan, dirinya menyebut lawan lawan politik Presiden Jokowi memenfaatkan isu isu terkini untuk menjatuhkan Jokowi.

Berbekal kekuatan sosial media, kelompok garis keras, hingga anak muda. "Ibaratnya, mereka sudah siap dengan bensin di tangan, tinggal menunggu munculnya percikan api," tegas Suhendra. "Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawal dan mengamankan beliau. Jangan suka main belakang. Jika sudah mendukung, telan itu manis atau pahitnya, niscaya bangsa ini akan besar dan disegani bangsa bangsa lain," kata Suhendra Hadikuntono.

Atas kemampuan kontraintelijennya, nama Suhendra pun juga dinilai cocok untuk menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Hal tersebut muncul juga saat isu reshuffle Presiden Jokowi tempo lalu. Bahkan, sejumlah pihak mengusulkan Suhendra Hadikuntono menjadi Kepala BIN, satu di antaranya Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al Haythar.

Selain kapasitas dan loyalitasnya, Suhendra juga dinilai berani sehingga diyakini mampu membenahi masalah intelijen di Indonesia, dan mengatasi keadaan karena ia pun berani pasang badan. Tengku Malik Mahmud Al Haythar bahkan meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan dengan seksama harapan dan dukungannya terhadap Suhendra agar menjadi Kepala BIN. "Bagi Aceh, sosok Suhendra penting untuk merawat perdamaian di Aceh dalam bingkai NKRI, dan juga bagi daerah daerah lainnya," kata Malik Mahmud dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published.